Oleh : Moch Eksan*
Di bawah kepemimpinan Sudaryono, Badan Gizi Nasional (BGN) terus berbenah. Program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini terseret dalam kubangan skandal korupsi dan keracunan massal.
Kini, Makan Bergizi Gratis (MBG) telah merusak citra politik presiden. Sebab ternyata, walau baik dalam perencanaan tapi buruk dalam pelaksanaan.
Padahal, Prabowo menaruh harapan besar akan kesuksesan MBG dalam mengurangi gizi buruk anak, ibu hamil dan balita, menggerakkan roda ekonomi, menciptakan lapangan kerja baru, dan menjadi jangkar sosial negara. Setelah 3 pimpinan BGN yang lama ditangkap oleh kejaksaan, kekecewaan publik tak bisa dihindari.
Ditambah oleh maraknya kasus keracunan makanan massal di berbagai pelosok penjuru Nusantara. Pengorbanan Dadan Hindayana, Sonny Sanjaya, dan Lodewyk Pusung sebagai martir dari mis manajemen, tak cukup menjadi penawar dari kekecewaan masyarakat luas.
Cak Dar -panggillan Sudaryono, salah seorang tokoh muda dari Hambalang Boys, dinilai tegas dan disiplin, untuk mengembalikan MBG sebagai pilar utama Prabowonomics. Ia tahu persis terhadap suasana kebatinan Prabowo mencetuskan MBG sebagai program prioritas presiden.
Pengalaman Prabowo di berbagai daerah operasi, dan keliling kampanye seluruh Indonesia, melihat anak-anak bangsa mengalami malnutrisi. Prevalensi angka stunting tercatat masih di angka 18,8 persen. Angka bersumber dari hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Sementara, negeri ini dikenal sebagai lumbung pangan. Bumi Nusantara yang kaya raya dengan berbagai sumber nutrisi nabati dan hewani. Sebuah ironi memang, bila masih banyak ditemukan anak-anak yang kekurangan gizi.
Hati siapa tak akan tersayat membaca survei di atas. Bahwa 81 tahun Indonesia merdeka, belum bisa memerdekakan anak bangsa dari gizi buruk. Dari 10 anak, ada 2 anak yang mengalami malnutrisi. Pasti kondisi tersebut, menghentak kesadaran konstitusional pesiden, bahwa negara wajib melindungi dan memelihara fakir miskin dan anak terlantar.
Bisa dipahami, bila Prabowo kekeh untuk meneruskan program MBG meski dililit banyak masalah dalam pengelolaannya. Dan, banyak pihak mendesak presiden untuk menghentikan program yang menelan dana 268 triliun. Ia tetap akan melanjutkan program pro rakyat ini, meski harus mempertaruhkan kepemimpinannya pada Pilpres 2029 mendatang.
Di sebuah sesi wawancara, Prabowo tegas mengatakan, “daripada uang negara habis dikorupsi, mending digunakan untuk memberi makan anak-anak Indonesia”. Per Oktober 2026, BGN telah mencatat sejumlah 57 juta orang penerima manfaat dari target total 82,9 juta pada akhir tahun ini.
Jadi, MBG adalah program kesejahteraan sosial dari Prabowo-Gibran. Dimana, akar konstitusi bersumber dari Pasal 34 Undang-undang Dasar 1945. Selain, MBG sama dengan program School Feeding yang diselenggarakan di 79-100 lebih negara.
Yang unik dari program makan gratis sekolah, berdasarkan laporan dari World Food Programme (WFG), Indonesia bukan negara yang memiliki Program MBG yang pertama di dunia. Jauh sebelum itu ada beberapa negara berikut ini:
