KEPULAUAN SERIBU, 8 September 2026 – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya terus mendukung pelestarian lingkungan sekaligus penguatan kapasitas masyarakat di Pulau Sabira, pulau terluar DKI Jakarta yang berada di bagian utara Kepulauan Seribu. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Sabira Green and Digital Lighthouse Island, PLN menghadirkan berbagai inisiatif yang membantu menjaga ekosistem pesisir sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi masyarakat setempat.
Hingga tahun 2026, PLN bersama pemuda Karang Taruna Pulau Sabira telah menurunkan 65 unit modul spider web yang menopang 1.600 fragmen terumbu karang, menanam 2.000 bibit mangrove, serta memasang 30 rumpon ramah lingkungan di perairan sekitar pulau. Program ini juga didukung melalui penyediaan akses internet untuk membantu kegiatan belajar, komunikasi, dan pengembangan masyarakat.
Keberadaan rumpon membantu nelayan mendapatkan lokasi penangkapan ikan yang lebih dekat sehingga penggunaan bahan bakar menjadi lebih efisien. Sementara itu, upaya restorasi terumbu karang dan penanaman mangrove dilakukan untuk menjaga kelestarian ekosistem laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat Pulau Sabira.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, mengatakan Pulau Sabira memiliki arti penting bagi Jakarta sebagai wilayah terdepan yang memiliki kekayaan ekosistem laut dan potensi masyarakat yang besar untuk terus berkembang.
"Pulau Sabira memiliki masyarakat yang sangat peduli terhadap lingkungan di sekitarnya. Kami ingin menghadirkan program yang memberi manfaat langsung bagi warga, mulai dari menjaga laut yang menjadi sumber kehidupan hingga membuka akses informasi dan pembelajaran yang lebih luas bagi generasi muda," ujar Andy Adcha.
Program ini turut melibatkan pemuda Karang Taruna Pulau Sabira dalam berbagai kegiatan konservasi, mulai dari transplantasi terumbu karang hingga pemantauan kondisi bawah laut. Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, para pemuda juga mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri serta dibagikan kepada masyarakat di pulau-pulau sekitar.

Pelemparan buoy penanda lokasi rumpon di perairan Pulau Sabira untuk mendukung produktivitas nelayan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Ketua Karang Taruna Pulau Sabira, Gunawan, menyampaikan bahwa keterlibatan pemuda dalam program konservasi telah menghadirkan pengalaman dan wawasan baru bagi masyarakat setempat.
Menurutnya, para pemuda kini lebih memahami kondisi ekosistem laut di wilayahnya dan semakin aktif mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan pesisir sebagai aset penting bagi masa depan Pulau Sabira.
Selain mendukung konservasi, PLN UID Jakarta Raya juga menyediakan dua titik akses internet nirkabel yang berada di area dermaga utama dan sekolah. Fasilitas tersebut membantu pelajar memperoleh sumber pembelajaran yang lebih luas sekaligus memudahkan masyarakat mengakses berbagai informasi dan layanan digital.
Andy Adcha menambahkan bahwa keberhasilan program di Pulau Sabira lahir dari kolaborasi yang erat antara masyarakat, pemuda, sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki tujuan yang sama untuk menjaga keberlanjutan wilayah kepulauan.
"Kami senang melihat semangat masyarakat Pulau Sabira yang terus tumbuh. Ketika lingkungan terjaga, aktivitas pendidikan berjalan lebih baik, dan masyarakat memiliki kesempatan untuk berkembang, manfaatnya akan dirasakan oleh banyak generasi ke depan," tutup Andy Adcha.
Melalui program ini, PLN UID Jakarta Raya berharap upaya pelestarian ekosistem laut, penguatan kapasitas masyarakat, serta pemanfaatan teknologi digital dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Sinergi yang terbangun di Pulau Sabira diharapkan menghadirkan lingkungan yang lebih lestari sekaligus mendukung kehidupan masyarakat pesisir yang semakin sejahtera.
