Pertalite Langka, Antrean Mengular di Kota Madiun

MEDIABERITA, MADIUN – Kelangkaan Pertalite kembali terjadi di Kota Madiun, Jawa Timur. Di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar, antrean mengular terjadi.

Kondisi ini disebut semakin terasa setelah harga Pertamax mengalami kenaikan. Sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan Pertamax kini memilih beralih ke Pertalite karena perbedaan harga yang dinilai cukup memberatkan.

Rachmad (50), salah seorang warga yang ditemui saat mengisi Pertamax, mengaku tetap harus menggunakan bahan bakar tersebut meski biaya yang dikeluarkan semakin besar.

“Ya mau tidak mau tetap isi Pertamax, meskipun membuat kantong jebol. Apalagi pekerjaan saya sebagai sales, penjualan juga sedang kembang-kempis,” ujar Rachmad, Sabtu (03/10/2026).

Menurutnya, kondisi kelangkaan Pertalite membuat masyarakat harus berkeliling mencari SPBU yang masih menyediakan bahan bakar tersebut. Ketika stok tersedia, antrean kendaraan biasanya langsung memanjang.

Rachmad juga mengaku pernah berbincang dengan seseorang yang bekerja di salah satu SPBU di Kota Madiun. Dari informasi yang diterimanya, pasokan Pertalite yang dikirim ke SPBU disebut mengalami pengurangan dibandingkan sebelumnya.

“Katanya sekarang pengiriman dari pusat dikurangi. Jumat kemarin memang ada pengiriman, tetapi datangnya terlambat. Untuk hari Sabtu ini juga belum datang,” katanya.

Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diperolehnya, pengiriman Pertalite saat ini sekitar 4,5 ton dalam satu shift. Sebelumnya, jumlah yang diterima disebut mencapai sekitar 5,5 ton per shift.
Kondisi tersebut, menurut informasi yang diterimanya, tidak hanya terjadi di satu lokasi, tetapi disebut dirasakan di sejumlah SPBU di wilayah Kota Madiun.

Keluhan serupa disampaikan Nina, seorang ibu rumah tangga. Ia mengaku harus berkeliling mencari SPBU yang masih memiliki stok Pertalite.

“Duh, sekarang ini muter-muter cari Pertalite susah. Kalaupun ada, antreannya panjang sekali,” ujar Nina.

Menurut Nina, setelah warga mendapatkan Pertalite dan antrean panjang terjadi, stok di SPBU tersebut biasanya kembali habis dalam waktu singkat.

“Kalau sudah melewati antrean panjang, biasanya besoknya Pertalite tidak ada lagi,” katanya.

Nina menduga tingginya permintaan menjadi salah satu faktor yang membuat Pertalite lebih cepat habis. Ia juga menilai kenaikan harga Pertamax dapat mendorong sebagian pengguna kendaraan beralih ke Pertalite.

“Mungkin karena Pertamax naik, jadi warga banyak yang beralih ke Pertalite. Selisih harganya lumayan,” tuturnya.

Keluhan warga tersebut menunjukkan adanya tekanan pada ketersediaan Pertalite di sejumlah SPBU Kota Madiun. Namun, penyebab pasti berkurangnya pasokan dan kondisi stok Pertalite perlu dikonfirmasi kepada pihak Pertamina maupun pengelola SPBU terkait.

Warga berharap distribusi Pertalite kembali normal sehingga tidak terjadi antrean panjang dan masyarakat tidak perlu mengantre panjang untuk mendapatkan bahan bakar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *