MEDIABERITA, SURABAYA – Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah menggelar Retret Pengurus Yayasan, Pimpinan Sekolah, Pondok Pesantren (Ponpes) Khadijah, Pengurus Unit Sosial, serta Guru dan Karyawan, Minggu, (27/6/2026). Mengusung tema “Menjaga Amanah, Meneguhkan Jati Diri Sekolah Juara untuk Khadijah 2035”, kegiatan tersebut menjadi forum refleksi sekaligus konsolidasi untuk memperkuat arah pengelolaan lembaga pendidikan Khadijah.
Retret yang berlangsung di Aula Yayasan Khadijah itu diikuti Pembina, Pengawas dan Pengurus Yayasan Khadijah, pimpinan sekolah di lingkungan yayasan, Kepala Pondok Pesantren Putra Khadijah, Pengurus Unit Sosial, serta guru dan karyawan.
Kegiatan ditandai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Khadijah, sambutan Ketua Umum Yayasan Khadijah, serta doa.
Ketua Umum Yayasan Khadijah, Dra. Hj. Masruroh Wachid, MPd., mengatakan retreat tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperbaiki kinerja dan memperkuat kerja bersama di lingkungan yayasan.
“Sebagai ketua umum saya berpesan agar apa yang disampaikan oleh KH. Prof. Dr. Ali Azis menjadi bekal terkait retret Khadijah. Supaya kita menjadi orang yang terbaik dengan branding terbaik, supaya anak-anak kita terbranding dengan baik, yayasan kita juga terbranding dengan baik,” kata Masruroh.
Menurut dia, membangun citra positif Yayasan Khadijah bukan hanya menjadi tanggung jawab ketua yayasan. Seluruh unsur yang berada di dalam yayasan, mulai dari pengurus, kepala sekolah, hingga seluruh sumber daya manusia, memiliki peran dalam menjaga dan membangun identitas lembaga.
“Tidak hanya dilakukan oleh ketua yayasan, tetapi juga disertai kerja sama yang baik oleh pengurus yayasan, para kepala sekolah dan semua yang ada di dalam yayasan ini harus terlibat, berikhtiar, berusaha untuk membranding dirinya masing-masing,” ujarnya.
Masruroh menekankan pentingnya tanggung jawab setiap individu terhadap amanah yang telah diberikan. Menurut dia, kebersamaan, kerja sama, sikap saling menghargai, menghormati, dan membantu menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas di lingkungan yayasan.
“Jadi kita semua harus bertanggung jawab atas tugas yang telah dibebankan kepada masing-masing pribadi,” katanya.
Ia berharap retret tersebut menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Saya sebagai ketua yayasan berharap bahwa pada pertemuan kali ini tidak hanya pertemuan biasa, tapi pertemuan kali ini adalah pertemuan yang berdampak positif untuk kinerja ke depan agar lebih baik dan lebih tertib,” kata Masruroh.
Ia menjelaskan, istilah retret dalam kegiatan tersebut dimaknai sebagai momentum untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui. Bukan untuk mundur, melainkan melakukan evaluasi terhadap berbagai hal yang telah dikerjakan.
“Retret ini sebenarnya adalah untuk muhasabah. Sesuai dengan namanya retret yang berarti kembali ke belakang, bukan berarti kita harus mundur, akan tetapi dalam artian kita harus berpikir ulang apa yang telah kita kerjakan selama ini, melihat ulang apa-apa yang telah kita lakukan,” ujarnya.
