Kasus TBC Kota Batu Turun, Skrining Kontak Erat Terus Digencarkan

MEDIABERITA, KOTA BATU – Angka penemuan kasus tuberkulosis (TBC) di Kota Batu hingga September 2026 tercatat 358 orang. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan sepanjang 2025 yang mencapai 512 penderita berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) Kementerian Kesehatan RI.

Penurunan angka kasus tidak membuat Dinas Kesehatan Kota Batu mengendurkan upaya pengendalian. Pelacakan justru diperkuat, terutama terhadap warga yang memiliki risiko tinggi serta mereka yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien TBC.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Batu, dokter Icang Sarrazin, mengatakan percepatan eliminasi TBC membutuhkan perluasan penjaringan secara masif. Pelaksanaannya melibatkan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas, klinik pratama dan utama, hingga Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Batu.

Skrining dilakukan melalui layanan X-Ray portabel yang terintegrasi dengan cek kesehatan gratis (CKG). Layanan tersebut digelar secara bergilir di desa dan kelurahan. Pada 29 September 2026, misalnya, penjaringan dilakukan di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, dan Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo.

Penjaringan di dua wilayah tersebut difokuskan pada pelacakan kontak erat pasien TBC. Warga yang pernah berdekatan dengan penderita diminta tidak menunggu munculnya gejala sebelum menjalani pemeriksaan.

“Sasarannya adalah kontak erat dan kontak serumah, sekitar 100 orang. Tujuannya menemukan terduga TBC dan memantau pengobatan hingga tuntas,” kata Icang.

Pemanfaatan X-Ray portabel menjadi bagian dari strategi skrining di lapangan. Pemeriksaan tersebut memungkinkan penapisan dugaan TBC paru dilakukan secara lebih praktis. Hasil radiologi selanjutnya menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk menentukan tindak lanjut, termasuk pemeriksaan penunjang apabila ditemukan indikasi penyakit.

Selain pemeriksaan radiologi, warga yang mengikuti kegiatan juga mendapatkan layanan CKG sesuai ketentuan. Edukasi mengenai gejala TBC, cara penularan, pentingnya menyelesaikan pengobatan, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat diberikan bersamaan dengan kegiatan skrining.

Menurut Icang, penggunaan X-Ray portabel membantu proses deteksi di lapangan, terutama untuk menjangkau kelompok berisiko yang sulit mengakses fasilitas kesehatan.

“Penggunaan X-Ray portabel sangat membantu meningkatkan akurasi skrining di lapangan. Dengan alat ini, proses deteksi menjadi lebih cepat dan efisien, terutama untuk menjangkau kelompok berisiko yang sulit mengakses fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *