MEDIABERITA, JOMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang berencana membuka industrialisasi di daerah utara Sungai Brantas di Kabupaten Jombang.
Pemerhati sejarah di Jombang, Arif Yulianto atau Cak Arif mengingatkan Pemkab Jombang agar tidak melupakan situs-situs sejarah atau peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di utara Sungai Brantas di Kabupaten Jombang.
“Maka butuh pemetaan detail tentang keberadaan peninggalan-peninggalan sejarah di utara Sungai Brantas, mengingat Pemkab Jombang akan menseriusi industri di kawasan itu,” ujarnya Sabtu (17/10).
Harapannya, peninggalan-peninggalan sejarah tersebut tetap dapat dipertahankan dan lestari.
Dia menyebutkan sejumlah peninggalan sejarah yang ada di utara Sungai Brantas di Kabupaten Jombang. Seperti rumah kelahiran Bung Karno di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, dan Prasasti Gurit serta Prasasti Kusambyan di Desa Katemas, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang.
Lalu peninggalan Kilisuci di Gunung Pucangan, juga Sendang Made di Desa Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, serta Goa Made di desa tersebut.
“Lalu ada juga beberapa peninggalan sejarah di Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang seperti Situs Jladri dan lain sebagainya,” ujar dia.
“Jangan sampai situs-situs bersejarah itu hilang karena adanya industrialisasi. Perlu ada pemetaan dan upaya untuk melindunginya, agar generasi ke depan tetap bisa melihatnya,” ujarnya.
Lebih lanjut Arif Yulianto juga mendorong agar Pemkab Jombang segera menetapkan peninggalan-peninggalan sejarah di utara Sungai Brantas sebagai cagar budaya.
“Yang belum berstatus cagar budaya agar segera ditetapkan jadi cagar budaya. Ini salah satu bentuk perlindungan terhadap peninggalan-peninggalan tersebut,” tandasnya lagi.
Sebelumnya, Bupati Jombang, Warsubi mendukung percepatan pembangunan kawasan industri di wilayah utara Brantas.
Pihaknya menegaskan kesiapan Pemkab Jombang untuk mendukung investasi sekaligus menyiapkan kebutuhan tenaga kerja lokal.
Dukungan tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkab Jombang dan PT Kawasan Ploso tentang pengembangan dan pemanfaatan sumber daya untuk mendukung program pembangunan di Kabupaten Jombang.
Penandatanganan dilakukan di Ruang Swagata Pendapa Kabupaten Jombang, Rabu (07/10).
Bupati Warsubi menyampaikan komitmen memperkuat iklim investasi di wilayah utara Brantas. Pemkab Jombang akan berupaya memberikan kemudahan layanan sekaligus memangkas hambatan birokrasi yang dapat menghambat masuknya investasi.
“Kami sangat mendukung berdirinya kawasan industri ini karena sejalan dengan visi-misi kami bersama Gus Wabup, untuk menarik investor, baik lokal maupun mancanegara,” kata Bupati Jombang.
“Kami ingin Jombang dikenal sebagai daerah yang ramah investor,” tegasnya.
Bupati Warsubi menekankan pentingnya menyiapkan masyarakat Jombang agar mampu mengambil peluang kerja dari keberadaan kawasan industri tersebut.
Pemkab Jombang akan mendorong pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Khususnya bagi lulusan SMA dan SMK.
Menurutnya, penyiapan sumber daya manusia lokal menjadi bagian penting agar pembangunan kawasan industri tidak hanya berdampak pada investasi, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Jombang.
“Dengan adanya pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan Kawasan Industri Ploso dan kolaborasi ini, kita optimistis lapangan kerja akan terbuka lebar bagi masyarakat Jombang,” ungkap dia.
Pemkab Jombang juga mengajak masyarakat agar ikut menjaga kondusivitas daerah.
Menurut Bupati Jombang, kondisi daerah yang aman dan pelayanan investasi yang mudah menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan investor.
Pemkab Jombang berharap pembangunan kawasan tersebut mampu menjadi penggerak ekonomi baru di wilayah utara Brantas. Selain menarik investasi, kawasan industri tersebut diharapkan memperluas kesempatan kerja dan mendorong pemerataan ekonomi di Kabupaten Jombang.
“Kami akan terus memberikan dukungan kebijakan dan memfasilitasi kebutuhan yang diperlukan agar investasi dapat berjalan dengan baik di Jombang,” pungkas Bupati Warsubi.
