Asa Enggan Terbenam, Melihat Jejak TNI Menyulut Harapan di Kampung Pelosok Jombang

MEDIABERITA, JOMBANG – Di sudut utara Kabupaten Jombang, terdapat sebuah kampung bernama Banyuasin. Lokasinya tersembunyi di balik rimbunnya hutan dan jalanan terjal yang penuh bebatuan. Dusun ini berada di Desa Kromong, Kecamatan Ngusikan atau biasa disebut kawasan terpencil yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Bukan hanya soal infrastruktur yang minim, melainkan juga air bersih yang acap kali sulit dijangkau, terutama di musim kemarau panjang. Namun, matahari tak pernah enggan menyapa bak harapan yang enggan padam.

Pada Rabu (23/07/2025) siang, wilayah tersebut menjadi saksi bisu hadirnya jejak kaki para prajurit TNI dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125. Program tahunan tersebut menjadi bentuk nyata untuk membangun kesejahteraan warga di pelosok desa.

Suasana mendadak ramai. Warga menyambut pembukaan program tahunan yang kini menjadikan kampung mereka sebagai lokasi sasaran. Tontonan hiburan sederhana berupa antraksi barongsai pun disajikan.

Tak lama, Dandim 0814 Jombang Letkol Kav Dicky Prayoga bersama jajaran TNI, Polri, dan pemerintah daerah menyusuri jalur menuju lokasi pembangunan. Mereka mengendarai motor trail, menembus jalanan rusak di tengah hutan yang penuh kesunyian.

“Monggo Pak, Buk,” kata yang tak lepas diucap Letkol Kav Dicky Prayoga, Dandim 0814 Jombang ketika bertemu warga di sepanjang jalan.

TMMD yang ke 125 ini disebutkan Letkol Dicky, fokus pada pemerataan pembangunan dan ketahanan nasional. Sementara tujuannya, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui berbagai kegiatan pembangunan fisik dan non-fisik.

“Ada 5 sasaran pembangunan. Mulai dari pembangunan jalan sepanjang 1.178 meter, rehab tiga rumah tidak layak huni, rehab sejumlah tempat ibadah, pengeboran 5 sumur bor untuk kebutuhan air warga, dan penghijauan,” ujarnya di hadapan awak media.

Berada di jalan yang rusak, terpantau sejumlah anggota berseragam loreng hijau sedang sibuk bersama warga. Mereka saling bahu untuk mengerjakan pembangunan jalan dengan sistem paving.

Keringat panas tampak bercucuran dari wajah anggota TNI yang terlihat sudah kumus. Begitupun dengan warga sekitar, semangatnya tetap membara untuk melakukan pengerjaan agar sesuai target waktu yang sudah ditentukan.

“Dalam pembangunan ini, kami melibatkan sekitar 150 anggota TNI/Polri dan 200 lebih masyarakat sekitar. Semoga pembangunan sejumlah sasaran yang kami kerjakan berjalan baik dan lancar, sehingga menghadirkan manfaat betul untuk masyarakat di desa ini,” jelas Letkol Dicky dengan raut wajah tampak berkaca-kaca.

Kehadiran Cahaya di Pelosok Desa

Pagi hari di Dusun Banyuasin menyuguhkan pemandangan yang meneduhkan. Warga saling menyapa, membersihkan halaman, memikul makanan, dan petani bersiap ke area persawahan.

Kini, di tengah mereka, hadir para prajurit yang tak lagi asing. Mereka bukan hanya tentara, tetapi sudah bak saudara.

“Alhamdulillah, bapak-bapak TNI itu baik semua. Rumah kami yang dulu nyaris roboh sekarang sudah diperbaiki. Kami sangat bersyukur,” tutur Riyati (54), warga yang mendapat bantuan rehab rumah, bersama suaminya Sami’an (57).

Cerita serupa datang dari Ayu Rosida (35), seorang ibu rumah tangga. Ia mengenang masa-masa sulit mendapatkan air bersih.

“Dulu kami harus antre air di sumur yang jauh. Sekarang alhamdulillah, sudah ada sumur bor di dekat rumah. Airnya banyak dan lancar, bahkan saat musim kemarau. Jalannya juga sekarang banyak yang sudah mulai diperbaiki, terimakasih bapak-bapak TNI,” ucapnya dengan mata berbinar.

Masih di tempat yang sama, Sekdakab Jombang Agus Purnomo yang mewakili Bupati Jombang Warsubi, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin antara TNI dan pemerintah daerah. Menurutnya program tersebut mengandung makna strategis bahwa pembangunan tidak boleh terpusat di kota, melainkan harus menjangkau pelosok desa.

“Dari desa lahir kekuatan bangsa. Dengan pemerataan pembangunan, masyarakat desa akan mendapatkan akses yang lebih baik, ekonomi bergerak lebih cepat, dan ketahanan wilayah semakin kuat,” tegasnya.

Sore hari terpantau sudah menjelang. Awan mendung pun menggulung langit perkampungan. Pekerjaan sementara diberhentikan, warga mulai masuk ke rumah ketika hari sudah mendekati menjelang malam.

>>> Klik berita lainnya di news google mediaberita.info

Post Views: 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *