
Foto: Renos
MediaBerita – Familiar dengan Smart Door Lock? Kenop pintu modern yang memiliki berbagai macam cara untuk diakses. Mulai dari menggunakan kartu, kode sandi, aplikasi, fingerprint, bahkan face recognition (pengenalan wajah). Model ini sudah sangat umum digunakan di rumah-rumah negara maju seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Singapura. Sementara di Indonesia, smart door lock lebih umum digunakan di area perkantoran.
Sebenarnya, apakah smart door lock merupakan solusi keamanan tempat tinggal, atau hanya sebuah trik marketing?
Baca juga: Perusahaan Ini Ciptakan Smart Locks yang Futuristik
Fitur yang Tidak Dimiliki Kunci Konvensional
1. Banyak Cara Untuk Membuka Pintu
Walau terdengar tidak aman, bukan berarti siapa saja dapat dengan mudah mengakses lubang pintunya. Fitur ini justru akan memudahkan pengguna.
Smart door lock dapat dibuka menggunakan kartu NFC, perintah suara, bahkan kode sandi cadangan. Tak kalah juga fitur face-recognition dan bluetooth yang dapat digunakan saat musim hujan, atau saat membawa banyak belanjaan yang tidak memungkinkan untuk mengeluarkan, bahkan memutar kunci.
Fitur kode sandi sementara bahkan cocok jika pengguna ingin mengundang babysitter atau tamu keluarga. Setelah periode tertentu, kode sandi akan kedaluwarsa, sehingga tidak dapat digunakan lagi.
2. Keamanan Digital Setara Bank
Dengan banyaknya kemungkinan untuk dibuka, kekhawatiran terjadinya pembobolan dan pencurian pasti meningkat. Namun nyatanya, kebanyakan smart door lock dilengkapi dengan AES-128 encryption. Standar perlindungan multilayer ini selevel dengan tingkat keamanan bank dan militer, sehingga hampir tidak mungkin untuk diretas atau dibobol.
Kalau begitu, apakah dengan mengunggah data ke aplikasi pendukung membuatnya mudah dilihat siapa saja? Biasanya, smart lock menyimpan data biometrik seperti fingerprint pada perangkatnya sendiri, tanpa diunggah ke server perusahaan. Oleh karena itu, tidak ada yang dapat diretas dari aplikasi, karena data wajah dan fingerprint hanya tersimpan di perangkat.
Di samping itu, setiap percobaan pembobolan akan memberi notifikasi ke handphone pengguna, bahkan ketika pengguna jauh dari rumah.
3. Bagaimana Jika Baterainya Tiba-tiba Habis?
Jika pengguna khawatir akan terkunci di saat yang tidak terduga, terdapat smart lock yang memiliki triple-battery protection. Fitur ini tidak hanya mengandalkan baterai utama, namun juga baterai darurat yang berdaya rendah.
Selain itu, battery life atau masa pakai baterai yang disebut dapat bertahan 9-12 bulan didasarkan jika smart lock dibuka sepuluh kali setiap harinya. Jadi, kalau pengguna hanya keluar-masuk rumah 2-3 kali per hari, masa pakai baterai dapat lebih lama dari 9-12 bulan.
Baca juga: Laporan Digital 2025: Warga Indonesia Paling Aktif Online Lewat Smartphone
Belajar dari Negara Lain
Menurut data dari LOTU Technology, di tahun 2023, ada lebih dari 3.000 perusahaan terlibat dalam industri smart door lock di Cina. Di platform e-commerce sendiri, 48% di antaranya merupakan merek baru. Pasar produk ini kian meningkat di Cina, bahkan menjadi kompetisi sengit di dunia teknologi.
Sementara data dari Parks Associates menunjukkan, terdapat 12 juta pengguna smart lock di Amerika Serikat, pada tahun 2022, dan terus meningkat. Durin menjalankan survei bagi 1.000 pengguna smart lock. Mereka menemukan 78% dari pengguna yang berencana liburan akan membagikan kode akses perangkatnya pada orang lain. Dari orang-orang tersebut, hanya 36% yang langsung mengganti kodenya, dan 8% yang menggunakan kode sementara. Bayangkan banyaknya kemungkinan yang dapat terjadi. Sebagai latar belakang, ada sekitar 750.000 kasus perampokan rumah di AS pada tahun 2024, menurut FBI.
Di Singapura, beberapa ahli kunci menemukan bertambahnya smart lock yang mudah rusak setelah beberapa waktu, terkadang melibatkan model yang lebih murah, atau berasal dari produsen dari negara lain. Hal ini menjadikan pengguna kesulitan meminta bantuan dari toko resmi, membuat sebagian orang tidak punya pilihan selain kembali ke kunci konvensional.

Foto: Halls Locksmith Ltd
Keputusan Ada di Tangan Anda
Sebelum memutuskan, pastikan untuk mempelajari tentang smart lock door, keamanannya, serta fitur yang dimiliki. Pastikan untuk memilih merek yang terpercaya, sehingga mengurangi potensi kerusakan atau galat pada perangkat.
Sebelum membagikan kode akses, pastikan orang itu dapat dipercaya, dan pastikan untuk mengingat siapa yang memiliki akses. Hal ini dapat mempermudah kalau terjadi pembobolan dan kemungkinan pelaku. Selalu lakukan langkah preventif sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.
Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.
(yna/sa)
