MEDIABERITA, BOJONEGORO – Ribuan wajah penuh semangat dan optimisme terpancar dari para pelamar kerja yang mengikuti seleksi wawancara atau interview di PT Shou Fong Lastindo, Senin (12/10/2026) hingga Senin (19/10/2026) mendatang.
Para pelamar mengikuti tahapan interview secara bergantian sesuai kategori yang telah ditentukan, yakni pelamar penyandang disabilitas, pelamar yang belum memiliki pengalaman kerja, serta pelamar yang sudah memiliki pengalaman kerja.
Pembagian kategori tersebut menjadi bagian dari proses seleksi untuk menjaring calon tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan yang bergerak di bidang produksi alas kaki tersebut.
Dalam kegiatan tersebut hadir pula Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah yang meninjau lokasi pembukaan seleksi pertama para karyawan PT Shou Fong Lastindo dan melakukan dialog langsung dengan peserta.
Dalam sambutannya, Nurul Azizah mengatakan Pemkab Bojonegoro membuka lebar bagi penanaman modal asing (PMA) tetapi harus yang berdampak langsung bagi masyarakat Bojonegoro, contohnya mengambil tenaga kerja lokal.
Dari kuota 3.000 yang dibutuhkan, Wabup meminta untuk lebih dominan laki-laki agar penyerapan tenaga kerja merata serta sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Selain itu juga menyerap tenaga kerja disabilitas sebagai bentuk harmonisasi Pemkab terhadap pelaksanaan tenaga kerja yang seimbang dan porsi tugas yang sesuai dengan kemampuannya.
Saat berdialog dengan Wakil Bupati, salah satu pelamar, warga Desa Tumbrasanom, Kecamatan Kedungadem Alda merupakan penyandang disabilitas tuna wicara, tampak sumringah setelah menyelesaikan sesi interview.
Hal itu dia ungkapkan melalui tulisan, Alda rasa lega dan bahagianya karena mendapat kesempatan mencoba melamar pekerjaan di PT Shou Fong Lastindo. Dia juga bersyukur karena perusahaan menyediakan kuota bagi pelamar penyandang disabilitas. Kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Alda untuk berusaha mendapatkan pekerjaan dan berpartisipasi dalam dunia kerja.
Sementara itu, salah satu pelamar lain, Andi Boy mengaku sempat merasa gugup sebelum menjalani interview. Meski demikian, dia bersyukur atas kesempatan kerja yang tersedia melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan PT Shou Fong Lastindo.
“Pembukaan lowongan kerja dalam jumlah besar memberikan peluang bagi masyarakat Bojonegoro untuk mendapatkan pekerjaan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Angela Viona Rosalia. Ia mengaku sempat gugup saat menunggu giliran interview, tetapi tetap optimistis dapat bergabung dengan PT Shou Fong Lastindo. Angela berharap, ke depan Pemkab Bojonegoro dapat menjalin kerja sama dengan lebih banyak perusahaan sehingga semakin banyak kesempatan kerja yang tersedia bagi masyarakat.
“Semoga kedepan lebih banyak lagi dibuka lapangan pekerjaan,” ungkapnya.
Pembukaan lowongan kerja ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses masyarakat terhadap lapangan pekerjaan. Melalui kolaborasi dengan dunia usaha, diharapkan semakin banyak warga Bojonegoro yang memperoleh kesempatan untuk bekerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Antusiasme para pelamar, termasuk penyandang disabilitas dan pencari kerja yang belum memiliki pengalaman, menunjukkan pentingnya akses kesempatan kerja yang terbuka bagi berbagai kalangan masyarakat.
