Desakan Penetapan Kelahiran Bung Karno di Ploso Jombang Menggelora

MEDIABERITA, JOMBANG – Desakan agar situs kelahiran Bung Karno di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang agar ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Bupati Jombang kian menggelora.

Tak hanya masyarakat Ploso dan Jombang maupun para penelusur sejarah yang menginginkan agar rumah kelahiran Sang Proklamator tersebut agar segera mendapatkan status sebagai cagar budaya, hal senada juga disuarakan sejumlah kalangan muda.

Salah satunya seperti yang disuarakan Aldian Dwi Pamungkas, mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Aldian memandang, situs kelahiran Bung Karno di Ploso harus segera ditetapkan sebagai cagar budaya untuk melindungi peninggalan sejarah yang ada di tempat tersebut.

“Itu penting untuk segera ditetapkan. Sembari penelitian tetap dilakukan oleh para akademisi maupun sejarawan,” kata Aldian, Minggu (27/9).

Dengan begitu kata Aldian, peninggalan bersejarah di lokasi situs kelahiran Bung Karno di Ploso tersebut memiliki perlindungan dari hukum.

Aldian diketahui telah berkunjung ke rumah kelahiran Bung Karno di Ploso, Jombang beberapa waktu lalu.

Dari kunjungan tersebut, Aldian mendapatkan penjelasan sejarah tentang Bung Karno yang lahir di Ploso 6 Juni 1902.

Hal senada juga disuarakan Enggar Juang Syah Putra, pemuda asal Kesamben, Jombang.

Bagi Enggar, penetapan situs kelahiran Bung Karno di Ploso, Jombang sebagai cagar budaya merupakan hal yang penting.

“Ini terkait jejak kelahiran pendiri bangsa,” ujar Enggar.

Enggar menyampaikan, sejarah tersebut merupakan aset besar bagi Kabupaten Jombang, dan seharusnya pemerintah setempat bisa menangkapnya sebagai peluang untuk menandaskan identitas Jombang, serta sebagai sarana untuk menciptakan peluang ekonomi bagi warga setempat.

“Kami juga berencana untuk menggalang petisi dukungan penetapan situs kelahiran Bung Karno ini secara terbuka,” tandas Enggar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *