Meski Hujan, Ratusan Desa di Bojonegoro Masih Kekeringan

MEDIABERITA, BOJONEGORO – Bojonegoro masih dilanda kekeringan. Ada 106 desa di 25 dari total 28 kecamatan di Bojonegoro hingga Jumat (23/10/2026) masih butuh air bersih.

Meski sempat hujan, dengan intensitas rendah mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro namun belum mampu mengakhiri krisis air bersih.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro pun masih menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengatakan perluasan wilayah terdampak membuat distribusi air bersih masih harus dilakukan. Berdasarkan data terbaru, ratusan desa tersebut telah mengajukan bantuan air bersih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

“Per hari ini, jumlah desa sebanyak 106 yang telah dilakukan dropping air bersih oleh petugas BPBD, dari sebelumnya data per tanggal 14 Oktober lalu yang mencapai 88 desa terdampak kekeringan,” terang Heru.

Menurut dia, hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir belum cukup untuk memulihkan ketersediaan air di wilayah terdampak. Sebab, hujan tidak turun secara merata dan intensitasnya masih rendah sehingga belum mampu mengatasi dampak kekeringan.

“Karena hujan yang beberapa hari lalu turun tidak merata dan ditambah dengan intensitas hujan juga rendah,” ujar Heru.

Kondisi tersebut membuat warga di puluhan kecamatan masih membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. BPBD Bojonegoro pun mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak di tengah keterbatasan pasokan.

Heru juga mengingatkan warga untuk mengantisipasi kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan diperkirakan mulai turun pada akhir November atau awal Desember tahun ini.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat di wilayah terdampak diminta menghemat penggunaan air bersih sembari menunggu peningkatan curah hujan.

“Penyaluran bantuan air bersih masih menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan warga selama kekeringan belum berakhir,” tegas Heru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *