CFD Lumajang Jadi Panggung Literasi, Dua Mobil Perpustakaan Keliling Hadir Tiap Minggu

MEDIABERITA, LUMAJANG – Car Free Day (CFD) di Kabupaten Lumajang kini bukan sekadar ruang untuk berolahraga, berjalan santai, atau menikmati suasana pagi. Mulai September 2026, kawasan CFD juga menjadi titik baru untuk mendekatkan buku dan layanan perpustakaan kepada masyarakat.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Lumajang menghadirkan dua mobil perpustakaan keliling setiap pelaksanaan CFD. Langkah tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk memperluas akses literasi sekaligus menjangkau masyarakat yang selama ini tidak sempat datang langsung ke perpustakaan pada jam kerja.

Layanan perdana mobil perpustakaan keliling tersebut dimulai pada 6 September 2026 dengan menempatkan dua unit kendaraan di lokasi strategis, yakni di depan Rumah Dinas Wakil Bupati Lumajang dan di kawasan pertigaan SDN 1 Ditotrunan.

Tidak berhenti sebagai layanan seremonial, mobil perpustakaan keliling tersebut dijadwalkan hadir setiap Minggu saat CFD berlangsung, mulai pukul 05.00- 09.00 WIB.

Kepala Disarpus Kabupaten Lumajang, Endhi Setyo Arifianto, mengatakan kehadiran layanan perpustakaan keliling di CFD merupakan upaya pemerintah untuk menghadirkan layanan literasi sedekat mungkin dengan aktivitas masyarakat.

“Layanan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pemustaka yang tidak sempat mengunjungi perpustakaan pada jam kerja. Karena itu, kami mencoba mendekatkan akses layanan perpustakaan kepada masyarakat melalui lokasi-lokasi yang memang menjadi pusat aktivitas masyarakat,” ujar Endhi kepada media ini, Senin (5/10/2026).

Kebijakan tersebut menyasar persoalan klasik dalam layanan literasi publik: akses dan waktu.

Perpustakaan memang tersedia, namun tidak semua masyarakat memiliki kesempatan datang pada jam pelayanan reguler. Pekerja, pelaku UMKM, pedagang, orang tua, maupun masyarakat yang memiliki aktivitas sepanjang hari kerap memiliki keterbatasan waktu untuk mengakses koleksi buku secara langsung.

CFD kemudian dimanfaatkan sebagai ruang alternatif. Masyarakat yang datang berolahraga atau beraktivitas bersama keluarga pada Minggu pagi dapat sekaligus mengakses koleksi bahan bacaan yang dibawa melalui mobil perpustakaan keliling.

Menurut Endhi, pola pelayanan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kedekatan masyarakat dengan perpustakaan.

“Ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Kami ingin masyarakat tidak harus selalu datang ke gedung perpustakaan, tetapi layanan perpustakaan juga yang mendekat kepada masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh, program ini tidak hanya diarahkan untuk membuat mobil perpustakaan keliling ramai dikunjungi.

Disarpus Lumajang menempatkan layanan tersebut sebagai bagian dari strategi meningkatkan indeks literasi masyarakat dengan memperluas sekaligus menambah lokus penyediaan koleksi bahan bacaan bagi pemustaka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *