BERITBANGSA.ID, GRESIK – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) memperluas program pengabdian masyarakat ke Kabupaten Gresik.
Melalui kegiatan di Desa Abar Abir, Kecamatan Bungah, FKH UNAIR mendorong masyarakat mengolah hasil ternak menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus membuka peluang kemandirian usaha dari tingkat rumah tangga.
Kegiatan yang berlangsung Sabtu, 3 Oktober 2026, itu diisi dengan pelatihan pengolahan hasil ternak berupa telur asin, yoghurt, dan abon.
Program tersebut menyasar masyarakat Desa Abar Abir, khususnya ibu-ibu PKK, dengan harapan keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha produktif.
Wakil Dekan FKH UNAIR Muhammad Luqman mengatakan, pengabdian masyarakat di Desa Abar Abir merupakan bagian dari upaya memperluas manfaat keilmuan kedokteran hewan bagi masyarakat.
Menurut dia, ruang lingkup keilmuan dokter hewan tidak hanya berkaitan dengan penyakit hewan, tetapi juga mencakup produk ternak dan pangan masyarakat.
“Dokter hewan bukan sekadar berkutat pada penyakit hewan saja. Kami juga concern kepada produk-produk ternak dan pangan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Epy, potensi hasil ternak di Desa Abar Abir masih terbuka untuk dikembangkan melalui kolaborasi berbagai disiplin ilmu. Kolaborasi tersebut dapat mencakup proses pengolahan produk hingga pemasaran.
“Bisa saja nanti ada disiplin ilmu yang lain. Potensi ke depan akan banyak kolaborasi berbagai bidang, mulai dari pengolahan hingga marketing,” katanya.
Ketua Pelaksana Pengmas FKH UNAIR di Gresik, Yeni Dhamayanti, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk mendorong masyarakat melihat hasil ternak bukan hanya sebagai komoditas, tetapi juga sebagai sumber peluang usaha.
Ia mengajak masyarakat, terutama ibu-ibu PKK, mengembangkan diversifikasi usaha yang dapat dimulai dari lingkungan keluarga.
“Kami mengajak masyarakat yang berawal dari ibu-ibu PKK untuk bisa melakukan diversifikasi usaha, sehingga bisa meningkatkan ekonomi berawal dari rumah tangga,” tuturnya.
