Jalan Bajulan – Kenongorejo Madiun Berdebu, Warga Soroti Minim Penyiraman dan Papan Proyek

MEDIABERITA, MADIUN – Aktivitas proyek rekonstruksi ruas Jalan Bajulan–Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, dikeluhkan sejumlah warga dan pengguna jalan. Keluhan terutama menyangkut debu yang beterbangan ketika kendaraan melintas di sekitar lokasi proyek.

Di lokasi, pekerjaan rekonstruksi jalan masih berlangsung. Debu tampak beterbangan saat kendaraan melintas, terutama ketika volume lalu lintas meningkat.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar lokasi. Situasi semakin terasa ketika anak-anak sekolah pulang, mengingat ruas jalan tersebut merupakan salah satu akses utama menuju MTsN 7 Madiun dan SMPN 2 Pilangkenceng.

Seorang petugas yang berada di lokasi dan bertugas melakukan penyiraman mengatakan bahwa upaya pengendalian debu telah dilakukan secara berkala.

“Penyiraman dilakukan sekitar tiga sampai empat kali,” ujar petugas tersebut saat ditemui di lokasi. Petugas itu enggan menyebutkan namanya, Senin (21/09/2026).

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan debu masih terlihat beterbangan ketika kendaraan melintas. Sejumlah warga berharap penyiraman dapat dilakukan lebih optimal, khususnya pada jam-jam padat kendaraan dan saat pelajar pulang sekolah.

Selain persoalan debu, warga juga menyoroti tidak terlihatnya papan informasi proyek maupun nomor pengaduan yang mudah diakses masyarakat.

Suprapto, Ketua Ikatan Wartawan Caruban (IWACA), yang mengaku setiap hari melintasi ruas jalan tersebut sekaligus merupakan warga sekitar, turut menyoroti persoalan itu.

“Jalan itu tiap hari saya lintasi, kebetulan juga warga di situ. Sejak awal proyek, mulai penurunan material, saya tidak pernah melihat papan proyek. Kalau pun ada, mungkin dipasang beberapa menit hanya untuk dokumentasi,” tegasnya.

Menurut Suprapto, pembangunan jalan tetap perlu didukung karena ditujukan untuk kepentingan masyarakat. Namun, informasi mengenai proyek dan saluran pengaduan juga penting agar masyarakat mengetahui pihak yang dapat dihubungi apabila terjadi persoalan selama pekerjaan berlangsung.

“Pembangunan kami dukung karena untuk kepentingan masyarakat. Tetapi kami berharap pelaksana juga memperhatikan dampak debu dan kenyamanan warga serta pengguna jalan,” keluhnya.

Warga juga berharap aspek keselamatan pengguna jalan mendapat perhatian selama proses rekonstruksi berlangsung, termasuk pengendalian debu, kondisi permukaan jalan, serta pengaturan lalu lintas di sekitar area pekerjaan.

Masyarakat berharap pihak pelaksana dan instansi terkait segera meningkatkan pengendalian debu serta menyediakan papan informasi proyek dan nomor pengaduan yang dapat diakses dengan mudah.

Dengan pengendalian debu dan keterbukaan informasi yang lebih baik, warga berharap rekonstruksi Jalan Bajulan–Kenongorejo dapat berjalan lancar tanpa mengabaikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat maupun pengguna jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *